.::. Anda Memasuki Situs Al Faruq Ibn Zainuddin .::. Selamat Datang...Jangan Lupa Mengisi Buku Tamu

Sore itu Abul Miqdad menasehatiku, sewaktu tubuh ini dihimpit oleh hiruk pikuknya kehidupan dunia ini…
Suatu hari disaat Syeikh Abdullah selesai memberikan ceramah kepada para muridnya, beliau bersandar pada sebuah dinding dalam masjid. Tak lama kemudian disaat beliau sementara berdzikir, tiba-tiba beliau didatangi oleh 2 orang Khawarij yang berkeinginan mengajak beliau untuk mengikuti apa yang mereka yakini.
Setelah kedua orang Khawarij itu mendakwahi Syeikh Abdullah, mereka pun mulai mengajak beliau untuk bertukar pikiran. Dengan tenang beliau kemudian berkata kepada mereka,
“Wahai tuan-tuan, sungguh penjelasan kalian amat bagus dan saya sempat terpana mendengarkan kalian. Maka sekarang perlu untuk kalian ketahui apa yang terbersit di pikiranku…”
Raut kedua wajah orang Khawarij itu tiba-tiba berubah sendu setelah sebelumnya sempat senang karena mendengar beliau tertarik dengan penjelasan mereka. Dan inilah yang beliau katakana kepada mereka…
“Wahai tuan-tuan, seandainya Allah menciptakan 2 nyawa untukku, maka niscaya aku akan relakan satu nyawaku mengikuti kalian jika memang kalian berada di jalan yang benar akan ku biarkan nyawaku itu untuk mengikuti jejak leluhur kalian. Tapi jika seandainya jalan kalian itu salah…maka nyawaku yang tinggal satu ini, yang tetapatak akan kubiarkan mengikuti semua kesesatan dan akan kusibukkan diriku untuk beribadah kepada Allah.”
Sejenak ruangan masjid jadi sunyi…semuanya terdiam termasuk Syeikh Abdullah yang terdiam dan menatap mereka…
“Tapi tuan-tuan sekalian…sangat disayangkan… nyawaku hanya satu…dan betul-betul hanya satu…, maka nyawaku ini akan kutetapkan di jalan yang kutempuh ini, jalan yang selama ini kuanggap sebagai jalan kebenaran yang Rasulullah saw telah wasiatkan berdasarkan wahyu dari Allah SWT dan jalan yang nyawaku tempuh ini tak akan pernah berubah hingga aku menghadap kepada Tuhan Yang Menciptakanku…”
Apa kemudian yang dapat kita ambil maknanya dari kisah di atas?, tentu saja yang patut kita jadikan kesimpulan adalah bahwa keistiqamahan di atas semua godaan-godaan di dunia ini sangat perlu kita perjuangkan. Seperti yang Syeikh Abdullah utarakan sebenarnya telah beliau ketahui bahwa maksud kaum Khawarij tadi adalah mengajaknya untuk meninggalkan segala aktifitas dakwahnya, meninggalkan segala pemahamannya tentang hadits dsb.
Nah, patut kita renungkan dari kejadian ini, bagaimana kalau seandainya perkataan Syeikh Abdullah tadi yang beliau katakan kepada kaum Khawarij, kita utarakan kepada diri kita sendiri yang terkadang lupa dengan apa yang Allah suruhkan.
“Hai diriku…seandainya Allah menciptakan dua nyawa padaku maka niscaya akan kubiarkan satu nyawa untuk mengikuti segala kebatilan yang ada di dunia ini hingga nyawa itu senang, dan nyawaku yang satu ini akan kukhusyu’kan untuk beribadah, bertadabbur, dan bertakarrub kepada Allah. Tapi wahai diriku…sangat disayangkan nyatanya aku hanya diberi satu nyawa…lalu apakah akan aku sia-siakan nyawaku yang satu-satunya ini untuk bermaksiat di jalanNya? Sungguh merugilah aku jika seandainya aku menuruti hawa nafsuku…”
Seperti itulah …yang kamu harus renungkan…janganlah kamu meninggalkan jalan yang telah Allah SWT perintahkan kepada kita untuk kita lalui, Islam dinullah…rahmatan lil alamin…


Add a Comment